Managemen dan Pengembangan diri – KapSel 19 September 2013


Kamis , 19 september 2013 kapita selekta kali ini diisi oleh pembicara yang bernama Ir. Erlinda Muslim, MEE, ia adalah wanita lulusan mechanical engineering ITB dan mengambil S2 di Malaysia. Topik yang dibawakan untuk kapita selekta ini adalah Managemen dan Pengembangan diri. Karena saya mengikuti acara ekskursi perusahaan PT. IndoKordsa jadi saya tidak dapat mengikuti kapita selekta minggu ini dan ringkasan ini saya buat dengan dasar bahan presentasi beliau dan ringkasan-ringkasan dari junior saya yang mengikuti kapita selekta juga.

Untuk memiliki masa depan yang lebih baik maka kita harus mengatur semuanya karena pada dasarnya manusia memiliki kebatasan-kebatasan yang menghalanginya. Berikut adalah cara mengaturnya: kita harus tau apa yang kita inginkan atau citakan, kendalikan dengan membuat rencana (apa yang diperlukan), atur waktu pelaksanaannya, kerjakan dengan keyakinan itu memang tanggung jawab kita, mengerjakan dengan semangat(motivasi) yang terus menerus agar tidak kendor di perjalanan Anda, jika sudah mendapat suatu hasil sekecil apapun, haruslah Anda menjadi bangga dan rayakan agar menjadi semangat baru untuk melanjutkan perjalanan misi Anda.

Lebih cepat Anda tahu cita-cita Anda maka makin banyak pula waktu yang Anda punya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Hanya kemauan keras untuk berlatih dan berkemauan keras yang akan membawa hasil. Dalam suatu perjuangan meraih cita-cita diperlukan motivasi dalam diri sendiri, karena tidak ada orang yang bisa mensupport kita 100% sampai finish. Pendapat saya: ya seperti film The Pursuit of Happyness yang mengatakan “Don’t ever let somebody tell you… You can’t do something. Not even me… You got a dream… You gotta protect it. People can’t do somethin’ themselves, they wanna tell you you can’t do it. If you want somethin’, go get it”

Prof. Dr. Matthias Aroef mengatakan Berjuanglah engkau selalu maju sebab begitu engkau berhenti berjuang maka orang lain akan berjuang terus maju dan karenanya engkau akan tertinggal. Kita juga harus menyadari kemampuan diri sendiri dimulai dari tahu kelebihan dan kelemahan kita dan saya tambahkan bagaimana kita memperbaiki kekurangan dan mempertajam kelebihan. Beliau berkata kelemahan sarjana teknik adalah dalam komunikasi karena terbiasa mengkotak-kotak dalam setiap jurusan.

Yang harus dipunya untuk menghadapi masa depan adalah soft skill(attitude, discipline, integrity, leadership, communication, etc), hard skill(specific skills{robotic, machinery}, computer skill, language), fisik (sehat jasmani, rohani, tidak memakai narkoba), akademis (IPK baik, sertifikat keahlian). Untuk hasil yang lebih baik lagi jika menguasai bahasa asing lain selain bahasa inggris.

Beliau selanjutnya mengajari kami bagaimana membuat surat lamaran. Bagian dalam surat lamaran adalah pendahuluan (link dengan lowongan kerja di iklan), isi (jelaskan diri Anda, nilai jual Anda link dengan kebutuhan perusahaan), penutup (harapan Anda), selanjutnya bagaimana membuat CV (curriculum vitae) yang berisi data diri Anda, prestasi akademis, non akademis, keahlian (bahasa, komputer, etc), pengalaman organisasi, karya tulis (tulisan, tugas akhir), pengalaman kerja dan disertai kelengkapan data lainnya (fotokopi ijazah, transkip nilai, piagam penghargaan, sertifikat training). Beliau juga bercerita tentang tes yang ada saat masuk kerja yaitu: psikotest (tes hitung, logika, gambar, wawancara dengan psikolog), group discussion (menggali leadership dan ide individual), interview (melihat attitude dan karakter pelamar di lingkungan kerja, menggali link dan match pelamar dengan pekerjaan).

Cara menjual diri saat interview: saat masuk ruangan perlihatkan attitude yang baik, dan percaya diri; saat interview perkenalkan diri dengan santun dan elegant, jawab pertanyaan dengan seksama, jual diri Anda dengan penjelasaan yang meyakinkan (kerja praktek dan tugas akhir), berilah pertanyaan tentang rencana besar dan karier di perusahaan, dan tekankan bahwa Anda sangat berminat berkontribusi di perusahaan. Saat tes kesehatan pastikan Anda dalam keadaan sehat, cari tahu jika ada persyaratan khusus. Saat ditrima jadi pegawai dan menanda tangani kontrak yang perlu diperhatikan adalah pahami klausul kontrak kerja, pahami hak dan kewajiban. Saat memulai bekerja yang perlu dilakukan adalah mengikuti induksi awal dengan baik dan seksama dan mengenali rekan seangkatan, pemberi materi dan lingkungan sekitar, menunjukan semangat kerja, ingin terus belajar, mematuhi peraturan perusahaan, menjadikan atasan / partner kerja menjadi pelatih Anda, bersikap santun dan bersahabat ke lingkungan kerja Anda.

Pesan terakhir dari Ibu Erlinda adalah jangan jadikan gaji / pendapatan satu-satunya parameter kesuksesan dan kebahagian Anda. Menurut saya: semua yang diajarkan oleh Ibu Erlinda adalah benar dan bagus hasilnya jika dilakukan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: