Kisah di Sekolah

30 May, 2008

Kami berenam terdiam beberapa saat, di depan’ku ada Pak Alex dan Pak Andy, guru fisika kami, yang sedang memikirkan pemecahan masalah kami. Tiba-tiba Ruth berkata dengan mata agak berkunang-kunang “Lebih baik saya mengundurkan diri dari pada saya dipaksa masuk kelompok 2”. Pak Alex menjawab ”Kalau itu keputusanmu, silahkan pergi”. Maka pergilah Ruth dari laboratorium dengan sedih.

Pada hari Rabu pagi Pak Alex jalan memasuki kelas kami untuk memanggil John, Samuel, Adi, Ruth, Nadia, dan aku untuk membantu membuat adaptor. Lalu kamipun minta izin kepada Pak Eko, guru matematika yang sedang mengajar di kelas kami, kemudian kamipun langsung pergi ke laboratorium fisika. Di tengah perjalanan aku bertanya ”Buat apa kita membuat adaptor?” Sahut Adi ”Buat lomba kali…” Jawab’ku ”Lomba apa?” Sahut Ruth “Lomba Science seperti tahun kemarin, kitakan tuan rumah jadi harus memberi contoh.” Jawab’ku “Oh, ya. Aku kok jadi lupa?” Setibanya di sana ternyata sudah ada Pak Andy yang sedang menyiapkan peralatan. Kemudian datanglah Pak Alex dan menyuruh Samuel dan Ruth mencari data dan gambar adaptor di internet, maka pergilah Samuel dan Ruth ke ruang komputer. Sisanya membantu melanjutkan membuat adaptor karena kita harus membuat 2 adaptor dalam waktu 3 hari.

Read the rest of this entry »